Jumat, 29 April 2011

*BELKA



    Sumo

 Swaloow

JUDO :

Bahan aktif : Metil tiofanat 70 %
Fungisida Sistemik berbentuk tepung berwarna putuih sampai krem yang dapat disuspensikan dalam air untuk mengendalikan penyakit pada tanaman yang disebabkan oleh jamur


Sabtu, 23 April 2011

*Fungisida


 1.  Fungisida Botanik ( 0rganik ) FUNGIDOR


Fungidor 50 ec merupakan fungisida botanik ( organik ) yang berbentuk cairan emulsi pekat yang berwarna coklat kekuningan yang dapat di emulsikan dengan air.Bahan aktif fungidor 50 ec adalah genoldirachtin 50 g/lt. Bahan aktif ini bekerja secara kontak dan sistemik dengan menginfeksi cendawan / jamur patogen sehingga jamur patogen tidak bisa berkembang dan akhirnya mati.Senyawa bahan akti dalam fungidor mampu mampu menembus spora yang di lindungi oleh miselium yang sgt sulit di tembus oleh fungisida sintetis.  
Kelebihan dari fungisida botanik yang tak di miliki oleh fungisida dari golongan sintetis adalah tidak menyebabkan cendawan patogen menjadi kebal atau resisten karena bahan aktifnya terbuat dari minyak tanaman yg di murnikan.Sifatnya yang hangat mampu membatasi perkembangbiakan cendawan / jamur karena suhu dan kelembabpan tidak mendukungnya.Kelebihan lainya mampu mengontrol suhu dan kelembapan di sekitar tanaman dan mampu menjaga suhu tanah tetap setabil apabila apllikasinya di kocor atau siram.

Fungidor juga mampu menekan populasi bakteri patogen karena juga mengandung senyawa kimia lainya yang di sebut Asetil egenol.
Sasaran pengendalian Fungidor 50 ec untuk penyakit pathek (antraknosa),bengkak akar (akar gada) rebah kecambah pada persemaian dan layu fusarium,bulai di jagung dan bercak daun di cabai

KEUNGGULAN FUNGIDOR 50 EC :
1. tidak menyebabkan cendawan menjadi kebal atau resisten.
2. Ramah lingkungan karena tidak persistant dalam tanah.
3. tidak meninggalkan residu di hasil.
4. Meminimalisir pemakaian bahan yang tidak mudah di perbaharui.
5. Dapat mengupayakan kesuburan tanah secara lestari.

DOSIS ATURAN PAKAI: 2-2.25 ml / lt 



2.  Fungisida Botanik ( 0rganik ) Mikocide

 


     Pengendalian penyakit tanaman dari golongan cendawan atau jamur dengan menggunakan fungsida hingga saat ini masih banyak menemuai kendala.Faktor-faktor penghambat yang menyebabkan gagalnya pengendalian seperti cuaca,kelembabpan dan resistensi meupakan faktor yang sulit di hindari.
Mikocide yang merupakan jenis fungisida dari golongan botanik mampu mengontrol ke tiga faktor penghambat diatas yang tak di miliki oleh fungisida lain.Yang membedakan mikocide 70 wsc dengan fungisida lain adalah toksisitasnya,mikocide sangat fitotoksik atau meracuni tanaman apabila kelebihan dosis dalam aplikasi.

     Ciri khas mikocide 70 wsc adalah sifatnya yang hangat atau panas,sehingga sangat cocok di pakai di dataran tinggi,sperti di ketauhi dataran tinggi selain kelembapannya yg tinggi udaranya huga dingin sehingga cendawan atau jamur lebih berkembang biak dengan cepat.Sifat panas yg di miliki mikocide dapat mengurangi faktor-faktor diatas sehingga suhu lingkungan tanaman dapat terkontrol dan cendawanpun dapat terkendali.Selain sangat cocok di dataran tinggi mikocide juga sangat baik di pakai di daerah yang sering berkabut dan di dataran rendah.

     Cendawan yang dapat di kendalikan antara lain busuk daun pythoptora,busuk pangkal batang,pathek yang membandel,busuk daun cercospora,embun tepung,bercak ungu ( trortol) blast,bercak daun bakteri di padi,embun bulu di melon dan semangka,moler/ngoser di bawang merah
     Dosis aturan pakai : 1-2 ml / lt air
     Bahan aktif : sitrogenol 70 g / lt 
     Keunggulan mikocide 70 wsc :
1.Racun bekerja secara kontak dan sistemik
2.Bersifat panas

3.Ramah lingkungan dan non residu
4.Dosis aplikasi rendah dan hemat pemakaian.
5.Tidak menyebabkan cendawan jadi kebal atau resistan meskipun di pakai terus-menerus.
6.Mendukung sistem pertanian organik.
7. Meminialisir penggunaan bahan yang tak dapat di perbaharui.
8.Dapat di gunakan secara preventif maupun kuratif



3. DETACIDE 60 sg



                                                    

     Detacide 60 sg merupakan fungisida khusus hanya untuk pathek atau penyakit busuk buah yang disebabkan oleh cendawan antraknosa capsici maupun antraknosa gleosporium,
Fungisida ini berbentuk tepung granular yang larut dalam air yang dapat bekerja secara kontak dan sistemik.
Dosis aturan pakai :preventip 0.5 - 1 gr per liter
                              kuratif      2 - 3.5 gr per liter
     Pada waktu aplikasi sebaiknya tunggal tidak disarankan mencampur dengan bahan aktif lain karena dapat meracuni tanaman atau fitotoksik.
Kelebihan dari fungisida ini penyakit pathek / busuk buah setelah 6 - 8 jam setelah aplikasi patek langsung kering dan berhenti.
Untuk membersihkan penyakit tersebut pada waktu aplikasi pertama kali sebaiknya penyemprotan tidak terbatas hanya pada buah,batang,ranting,daun tetapi sebaiknya mulsa,parit dan pematang pembatas juga disemprot supaya spora yang sudah terlanjur jatuh terbawa angin dapat berhenti berkembang biak

4.  Fungisida (An Organik)  Masalgin
"Masalgin 50 WP" adalah Fungisida sistemik berbentuk tepung yang dapat disuspensikan, berwarna putih kekuningan, untuk mengendalikan penyakit pada tanaman cabai merah

Kamis, 21 April 2011

*Benih




                                               

Benih

Cabe  Kriting                       : Lado, Taro, Helix, Kiyo, Kribo
Cabe Rawit                           : Super Sae, Taruna
Semangka Inul Kuning   : Blaster
Semangka Inul Merah    : Black Sumbo
Semangka Kuning            : Master, Angela, Kidung, Black Orange
Semangka Merah             : Amor, 311, Grand Master, New Mandala
Melon                                    : Action,Liberty- F1
Kacang Panjang                : Parade, Parade Tavi, Longgor, Pujangga, Long ijo 07, Joyo Boyo
Gambas                                : Prima, Senopati, Special
Timun                                  : Hercules, Manggala, Misano, Mercy, Magic,
Timun Baby                      : Baby Mentimun, Citra
Blewah                                 : Salvo, Bisma
Pare                                      : Lipa, Hokian, Raden
Pare Putih                         : Purnama
Tomat                                 : Niki, Timothy, Favorit, Permata
Sawi                                      : Tosakan, Juwita
Waloh /Labu                    : Suprema
Kangkung                          : Srimpi, Ramping, Bangkok, Sawitri
Terong                                : Mustang, 

*Insektisida Botanik

1. Insektisida Botanik   NATUCIDE 100 EC 



 Natucide 100 ec insketisida botanik dengan racun kontak yang berwarna cokelat kehitaman yang dapat di emulsikan adalam air untuk mengendalikan hama kutu putih,kutu kebul,dan wereng pada tanaman pepaya dan cabai serta padi dan terong.Kutu putih (paracocus marginatus).Kutu putih dan kutu kebul merupakan hama yang sangat sulit di basmi karena hama ini di lindungi oleh lapisan tepung lilin yg tebal dan sulit di basahi.
Hingga saat ini belum ada pestisida yang mampu mengendalikan atau membasminya.
Natucide 100 ec sebagai insektisida botanik mampu menembus dan membasahi sekaligus mengikis tepung lilin yang terdapat dalam kutu putih dan kutu kebul sehingga hama ini dapat di kendalikan dan mati dengan cepat.
    Selain kedua hama diatas natucide juga efektif membasmi dan mengendalikan wereng di padi,wereng merupakan jenis hama yg paling cepat membentuk kekebalan terhadap bahan kimia pestisida jarena dalam tubuhnya mengeluarkan zat kimia yg di produksi oleh salah satu kelenjarnya untuk menetralisir racun yang masuk kedalam tubuhnya,sehingga hama ini mempunya sistem pertahanan yg lebih baik di banding jenis hama lain.
     Bahan aktif natucide 100 ec : metilanol 100 g / lt.
     Kunggulan natucide 100 ec : 
1. Racun bekerja secara kontak

2. Tidak menyebabkan hama menjadi resistant atau kebal meskipun di pakai terus menerus
3. Bersifat panas.
4. Dosis aplikasi rendah.
5. Toksisitas tinggi.
6. Daya basmi cepat dan bersih.
7. Mampu mematahakan hama yang sdh kebal dengan bahan aktif pestisida sintetis.
8. tidak meninggalakna residu dan tidak persistant dalam tanah dan hasil.

    Dosis aturan pakai : 1-1.5 ml / lt air


2. Insektisida Botanic BASMILAT 80 EC



 Basmilat 80 ec merupakan insektisida botanik dg bahan aktif ricinofos 80 g / lt,dengan warna hitam kecoklatan yang dapat di emulsikan dengan air.Baunya yang sangat menyengat seperti bau param merupakan bau yg khas dari insektisida ini.
 Basmilat 80 ec mempunyai racun yang sangat kuat tetapi tidak persistan dalam tanah dan sangat mudah terurai oleh sinar ultraviolet matahari.Spektrum pengendalian insektisida ini cukup luas seperti jenis ulat,serangga bersayap dan serangga pengisap.Aplikasi dapat tunggal dan di campur/ di mix dengan pestisida sintetis,dengan catatan harus mengetaui sifat dan senyawa kimia pestisida karena bila tak di dasari pengetauan yang memadai dapat menyebabkan keduanya menjadi tawar.
 Kelebihan dosis insektisida ini dapat menyebabkan tanaman keracunan,agar terhindar dari hal tersebut sangat di anjurkan mengikuti petunjuk aturan pebggunaan.
Cara kerja insektisida basmilat 80 ec kontak,racun saraf,racun pernafasan,dan bersifat sebagai nematisida,dan moluskisida.
Hama sasaran yang bisa di kendalikan oleh basmilat 80 ec baik preventif maupun kuratif antara lain; ulat dari berbagai jenis,sundep,beluk,klaper,mysus persicae,telur-telur serangga,walang sangit,ulat tanah dan penggerek batang serta golongan pengisap.
Dosis aturan pakai; 1.5 - 2 ml / lt
 Keunggulan basmilat 80 ec :
1. racun bekerja kontak,racun perut,racun saraf dan pernafasan.
2. Bersifat nematisida dan moluskisida
3. Ramah lingkungan kerena tidak persistan dalam tanah dan hasil 
4. Daya basmi cepat dan bersih.
5. Tidak beracun bagi manusia dan hewan piaraan.
6. Aplikasi tunggal tanpa campuran pestisida lain.
7. Tidak menyebabkan opt menjadi kebal/ resistan walaupun di pakai terus-menerus.
8. Dapat mematahkan opt yang sdh kebal bahan aktif klorantraniliprol dan emamectin bensoat.
9. Racun mudah terurai dan bisa di terima kembali oleh alam.
10. meminimalisir penggunaan bahan yang tak dapat di perbaharui

*POC (Pupuk Organik Cair) "Bobot"

1. BOBot


"BOBOT"  adalah Pupuk Organik Cair (POC) yang mengandung unsur makro dan unsur mikro, dilengkapi dengan asam amino dan mineral serta protein yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, pada masa vegetatif dan generatif. Sangat cocok untuk :


TANAMAN : Cabai, Kacang Hijau, Bawang Merah, Padi, Timun, Melon, Semangka


KANDUNGAN : 
  1. N  = 3 %
  2. P  = 6 %
  3. K  = 4 %
  4. Ca = 7 %
  5. Mg = 4 %
  6. Mn = 0,5 %
  7. Fe = 0,1 %
  8. Zn = 0,01 %
  9. Bo = 0,05
  10. Protein = 10 %
  11. Asam Amino = 4 %
  12. Zat Organik = 4 %
APLIKASI :
10 Hari Setelah Tanam sampai Panen


DOSIS :
2 - 3 Tutup / Tangki 14 Lt dengan cara dikocor (disiram) maupun disemprot


2. Jetro Daun

Izin DEPTAN : L 997/ORGANIKDEPTAN-PPVTPP/IX/2011

Komposisi :

  • C-Organik  : 5,65 %
  • PH              : 5,7
  • N Total        : 1,02 %
  • P2O5           : 1,25 %
  • K2O            : 1,68 %
  • Fe, Mn, Cu, Zn, Co, Mo, B
  • Dilengkapi dengan hormon perangsang organik
Aturan Penggunaan : 
  • Sayur2an ( Cabe, Bawang, Tomat, Timun, Kcg Panjang, dll ) 2 cc/Ltr, ulangi 1 Minggu sekali
  • Buah2an ( Jambu air, Mangga, klengkeng, semangka, melon, Timun ) 4 cc/Ltr, 1 Minggu sekali
  • Tanaman Pangan ( Padi, Kedelai, Kcg Hijau, Kcg Tanah, Jagung )  4 cc/Ltr 1 Minggu sekali
  • Tanaman Perkebunan ( tembakau, Cengkeh, Colat, Kelapa Sawit ) 4 cc/Ltr 1 Minggu sekali
Manfaat : 
  • Jetro spesial daun terbuat dari bahan organik utk merangsang pertumbuhan daun, akar, cabang dan batang
  • Mengandung nsur hara Makro dan Mikro lengkap, sehingga mampu menyehatkan tanaman dan mengurangi dari gangguan hama dan penyakit
  • Ramah terhadap lingkungan dan tidak merusak struktur tanah
  • Mengurangi kerontokan bunga dan memperbaiki kwalitas buah serta meningkatkan hasil panen, memperkokoh dan memperkuat batang

3. Jetro Buah

Izin DEPTAN : L997/ORGANIK/DEPTAN-PPVTPP/IX2011

Komposisi :

  • C-Organik  : 5,70 %
  • PH              : 5,9
  • N Total        : 0,97 %
  • P2O5           : 1,02 %
  • K2O            : 1,54 %
  • Fe, Mn, Cu, Zn, Co, Mo, B
  • Dilengkapi dengan hormon perangsang organik
Aturan Penggunaan : 
  • Sayur2an ( Cabe, Bawang, Tomat, Timun, Kcg Panjang, dll ) 2 cc/Ltr, ulangi 1 Minggu sekali
  • Buah2an ( Jambu air, Mangga, klengkeng, semangka, melon, Timun ) 4 cc/Ltr, 1 Minggu sekali
  • Tanaman Pangan ( Padi, Kedelai, Kcg Hijau, Kcg Tanah, Jagung )  4 cc/Ltr 1 Minggu sekali
  • Tanaman Perkebunan ( tembakau, Cengkeh, Colat, Kelapa Sawit ) 4 cc/Ltr 1 Minggu sekali
Manfaat :
Jetro spesial buah adalah pupuk spesial perangsang bunga dan buah, dalam bentuk larutan berwarna coklat yang dapat disemprotkan pada tanman untuk : 
  • Merangsang tumbuhnya bunga dan membesarkan buah
  • Mencegah kerontokan bunga dan buah
  • Memperbaiki kwalitas buah, rasa, warna serta menambah bobot buah pada segala tanaman
  • Meningkatkan ketahanan dari gangguan penyakit

4. SUBURI

Meningkatkan produksi daunm bunga dan buah