Senin, 10 Maret 2014

PT. BASF

INSEKTISIDA :

  1. Fastac 15 EC => bahan aktif alfametrin 15 g/l
  2. Cascade 50 EC => bahan aktif flufeknosuron 50 g/l
  3. Regent 50 SC => bahan aktif fipronil 50 g/l
FUNGISIDA :
  1. Cabrio 250 EC => bahan aktif pyraklostrobin 250 g/l
  2. Cabrio Top 60 WG => bahan aktif pyraklostrobin 5 % + metiram 55 %
  3. Opus 75 EC => bahan aktif eposikonazole 75 g/l
  4. Zamro 525 SC => bahan aktif Initium 300 g/l + dimetomorf 225 g/l
  5. Ludion 250 SC => metil kresoksin 125 g/l + eposikonazole 125 g/l
  6. Acrobat 50 WP => bahan aktif dimetomorf 50 %

Senin, 03 Maret 2014

Kuras WC

1. Bio2000 :


* Bio 2000 adalah  serbuk inokula yang di dalamnya terkandung starter bakteri dari bahan2 alami yang dapat menghasilkan bifido bakteria ( bakteri yang menguntungkan ) untuk mempercepat proses penguraian limbah organik.
* Bio 2000 mempunyai kemampuan mendegradasi / mengurai limbah organik sehingga dapat digunakan untuk perawatan WC agar WC tidak segera penuh , juga tidak berbau secara efisien , efektif dan aman.


Hal penting yang harus di perhatikan :

* apabila anda menggunakan obat-obatan antiseptik untuk membersihkan closet , sebaiknya setelah 1 minggu gunakan BIO 2000 250 gram untuk menjaga keseimbangan jumlah bakteri di septictank
* jangan memasukan sampah yang tidak dapat diurai oleh mikro organisme pengurai ke dalam closet seperti palstik,karet,rokok,pembalut wanita, dll.
* simpan BIO 2000 di tempat yang kering.

dosis :
  • BIO 2000 500 gr : 1 m3 volume septictank
  • BIO 2000 500 gr : perawatan berkala 6 bulan.
  • BIO 2000 500 gr : saat WC penuh.
  • bila dalam waktu 1 - 3 hari masih penuh , periksa pipa saluran masuk , resapan , pipa udara 

cara pemakaian :

  • masukan BIO 2000 kedalam septictank melalui closet
  • siram dengan air sampai sepenuhnya masuk ke dalam septictank .
  • untuk limbah padat , campur BIO 2000 dengan air secukupnya  , siramkan hingga merata.

saran :

  • jangan tunggu menggristal yang menyebabkan septictank cepat penuh.


Manfaat  :
  1. Mencrgah WC Penuh
  2. Menghilangkan Bau Tidak Sedap
  3. Tidak Merusak Pipa Saluran
  4. Ramah Lingkungan
  5. Aman, hemat & Praktis
Mengandung = > bifido Bacteria 2732 (10) pangkat 6 CPU/Gr6


2. KING Pembasmi Tikus :



  • Mati Kering Tanpa Bau
  • Terpikat - Makan - Mati
  • Membunuh salam satu kali makan
  • Letakkan umpan sisetiap sudut jalan yang dilewati tikus




Jumat, 07 Februari 2014

PT. UPL

Fungisida :

  • Champ 82,5 WG (Kloratonil) =.> Fungisida yang bekerja secara protektif berbentuk butiran berwarna kecoklatan yang dapat disuspensikan dalam air dan digunakan untuk mengendalikan penyakit hawar daun (phyttopthora infestan) pada tanaman kentang.  
  • Spring 80 WP (Mankozeb) => fungisida protektif berbentuk tepung berwarna kuning yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan penyakit bercak kering Alternaria solani dan penyakit busuk daun Phytophthora infestans pada pertanaman kentang
  • Imida Gold 200 Sl (Imidakloprid) => 
  • Buprolord 250 SC (Buprofezim) =>

Selasa, 26 November 2013

Probiotik

BactoPlus



  • Meningkatkan produksi dan mengurangi 25% pemakaian pupuk anorganik
  • Efektif mengontrol penyakit infeksi Bakteri dan Jamur Patogen seperti Bacterial Leaf Blight (Kresek), Neck Blast (cekik leher) dan Leaf Blast (Hawar daun)
  • Meningkatkan pertumbuhan akar dan daun untuk mengefektifkan
    asupan unsur hara
  • Kandungan 100% murni pupuk hayati, untuk mendukung
    peningkatan produksi pertanian organik

BACTOPLUS Seri Padi adalah probiotik endofit khusus untuk tanaman padi. BACTOPLUS Seri Padi mengandung bakteri penambat N dan pelarut P yang bersifat endofit. Agensia hayati penyusun BACTOPLUS Seri Padi terbukti mampu hidup dalam jaringan tanaman padi (Oryza sativa) tanpa menimbulkan efek patogenik dan mampu menghasilkan fitohormon IAA (Indole Acetic Acid). Proses penambatan N dari udara juga dapat dilakukan oleh bakteri penambat nitrogen bersifat endofit yang dapat beradaptasi khusus pada daun padi yang masuk melalui jaringan stomata daun.
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, Probiotik Endofit BACTOPLUS Seri Padi dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK anorganik sampai 25%. Mampu meningkatkan imunitas tanaman padi sehingga efektif mengontrol penyakit hawar daun bakteri/kresek/BLB (Bacterial Leaf Blight). Memiliki kandungan 100% pupuk hayati yang dapat meningkatkan produksi pertanian organik. Probiotik Endofit BACTOPLUS Seri Padi juga merupakan produk yang murah dan mudah didapat sehingga sangat cocok digunakan oleh para petani padi di seluruh Indonesia, baik untuk pertanian organik ataupun konvensional.



Setiap tablet BACTOPLUS Seri Padi mengandung 107-108cfu/gram yang terdiri dari :
1.  Bakteri endofit penambat nitrogen, yaitu: Klebsiella sp.,
    Bacillus subtillis, Acinetobacter sp, Bacillus endophiticusAzospirillum
    brasilense, Azotobacter chroococcum.

2. Bakteri pelarut fosfat, yaitu: Pseudomonas sp.
SASARAN
DOSIS
CARA APLIKASI
Seed Treatment
Perlakuan Benih
/ Perendaman Benih
30 Hari Setelah Pindah Tanam


- 1 tablet untuk 2 kg    benih asumsi    kebutuhan benih    padi = 20 kg/ha
- 2 tablet/tangki
   semprot isi 15-20L
   Keperluan    penyemprotan=16    tangki semprot/ha
1 tablet BACTOPLUS dilarutkan dalam air yang digunakan untuk perendaman benih. Benih direndam selama 2-3 hari.
2 tablet dilarutkan dalam 100 ml air, didiamkan selama 12-24 jam. Kemudian diencerkan dalam 15 liter air (1 tangki semprot) untuk disemprotkan pada daun.
Disemprotkan pada daun (foliar application) selama 1 kali selama musim tanam pada 30 hari setelah pindah tanam.

1.Terbukti mampu meningkatkan produksi serta dapat mengurangi pemakaian 25% NPK anorganik
Keterangan:
Dosis rekomendasi pemerintah: 250 kg Urea + 50 kg SP-36 + 50 kg KCl per hektar

2. Efektif mengontrol penyakit Kresek/Hawar Daun
    Bakteri/ BLB (Bacterial Leaf Blight) yang menyerang pada tanaman
    padi akibat pemberian pupuk N yang terlalu berlebihan.
3. Meningkatkan pertumbuhan akar, sehingga dapat
    meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara.
4. Berbentuk tablet yang mudah larut dalam air karena
     bersifat effervescent, hemat tempat penyimpanan, serta mudah untuk
    diaplikasikan
5. Formulasi terbuat dari bahan non-kimia sehingga tidak
    berbahaya bagi tanaman, hewan, maupun manusia.

Kamis, 21 November 2013

Formulasi Pestisida

Formulasi Pestisida :



A. Bentuk Cair

A.1. EC (Emulsifiable Cocentrate atau Emulsible Cocentrate). 
Sediaan berbentuk pekatan (konsentrat) cair dengan konsentrasi bahan aktif yang cukup tinggi. Kosentrasi ini jika dicampur dengan air akan membentuk emulsi (butiran benda cair yang melayang dalam media cair lain). EC umumnya digunakan dengan cara disemprot, meskipun dapat pula digunakan dengan cara lain. 

A.2. Soluble Concentrate in water (WSC) atau Water Soluble Concentrate (WSC).

 Formulasi ini mirip EC, tetapi bila decamp[ur air tidsak membentuk emulsi, melainkan membentuk larutan homogen. Umumnya, sediaan ini digunakan dengan cara disemprotkan.

A.3. Aeous Solution (AS) atau Aquaous Concentrate (AC)
pekatan ini diarutkan dalam air. Persisida yang diformulasi dalam bentuk AS dan AC umumnya pestisida berbentuk garam yang mempunyai kelarutan tinggi dalam air. Pestisida ini juga dighunakan dengan cara disemprot.

A.4. Soluble (SL).
Pekatan cair ini jika dicampurkan air akan membentuk larutan. Pestisida ini digunakan dengan cara disemprotkan. SL juga dapat mengacu pada formulasi slurry.

A.5. Flowable (F) atau Flowabel in Water (FW). 
Formulasi ini berupa konsentrasi cair yangs angat pekat. Bila dicampur air, F atau FW akan membentuk emilsi seperti halnya WP. Pada dasarnya FW adalah WP yang dibasahkan.

A.6. Ultra Low Volume (ULV). 
Sediaan khusus untuk penyemprotan dengan volume ultra rendah, yakni volume semprot antara 1 hingga 5 liter/hektar. ULV umumnya merupakan sdiaan siap pakai, tanpa harus dicampur dengan air.


B. Bentuk padat

B.1. Wettable Powder (WP). 
Formulasi WP bersama EC merupakan formulasi klasik yang masih banyak digunakan hingga saat ini. WP adalah formulasi bentuk tepung yang bila dicampur air akan membentuk suspensi yang penggunaannya dengan cara disemprot.

B.2. Soluble powder (S atau SP). 
Formulasi bentuk tepung yang bisa dicampur air akan menghasilkan larutan homogen. Pestisida ini juga digunakan dengan cara disemprotkan.

B.3. Butiran (G). 
Butiran yang umumnya merupakan sedian siap pakai dengan konsetrasi rendah. Pestisida butiran digunakan dengan cara ditaburkan di lapagan (baik secara manual dengan tangan atau dengan mesin penabur) setelah penaburan dapat diikuti denga pegolahan tanah atai tidak. Disamping formulasi G dikenal juga fomulasi SG, yakni sand granular.

B.4. Water Dipersible Granule (WG atau WDG)
WDG atau WG berbentuk butiran, mirip G, tetapi penggunaanya sangat berbeda. Formulasi WDG harus diencerkan denga air dan digunakan dengan cara disemprotkan.

B.5. Seed dreesing (SD) atau Seed Treatment (ST)
Sediaan berbentuk tepung yang khusus digunakan untuk perawatan benih

B.6. Tepug Hembus atau Dust (D)
Sediaan siap pakai dengan konsentrasi rendah yang digunakan dengan cara dihembuskan.

B.7. Umpan atau bait (B) ready Mix Bait (RB atau RMB).
 umpan merupakan formulasi siap pakai yang umumya digunakan untuk formulasi rodentisida.

Kamis, 14 November 2013

PPC ( Pupuk Pelengkap Cair )

Pupuk Pelengkap Cair ( PPC )


1. Akas : Kombinasi Calsium, Sulfur dan Boron bersifat Fungistik

  • Akas Mengandung unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman dalam pembentukan bulu2 akardan merangsang pembentukan bijitanaman, serta menguatkan batang tanaman
  • Akas Dapat menekan spora cendawanpada penyakit busuk buah pada cabe, tomat semangka, apel, Jeruk dan tanaman sayur, serta buah2an yang lain
  • Akas dapat mengendalikan Layu/kekuningan pada cabe dan tomat serta segala gejala kekurangan Calsium, buah pecah2  dan buah masak tidak sempurna
  • Akas dapat menungkatkan bobot buah dan sayuran
Komposisi :
  • Calsium   : 60 %
  • Sulfur       : 30 %
  • Kalium     : 8 %
  • MgO        : 3 %
  • Mn           : 30 ppm
  • Cu            : 7 ppm
  • B               : 200 ppm
  • Zn             : 10 ppm
  • Mo           : 35 ppm
  • Bahan Organik Mineral Vitamin dan ZPT


2. BIO KCL

KCL cair + ZPT:
  • Bio KCL cair adalah pupuk foliar yang mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan tanaman pada fase Generatif
  • Bio KCL cair diformulasikan dalam bentuk extrak instan water soluble, yang berfungsi sebagai Bioregulator, Biostimulan dan aktivator enzim
  •  Bio KCL cair dapat diaplikasikan pada semua jenis tanaman, antara lain = tanaman pangan (padi dan Palawija, Sayuran Umbi ( Bawang Merah dan Kentang ), sayuran daun (Bawang Daun, Kobis, Sawi) dan tanman buah (semangka, melon, timun, cabai dan tomat)
 Manfaat untuk :
  • Bio KCL cair bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit dan kekeringan
  • Bio KCL cair merangsang pembentukan bunga, buah dan biji, mempercepat pemasakan buah / biji dan membuat buah / biji lebih bernas
  • Bio KCL cair memperbaiki kwantitas dan kwalitas buah ( bentuk dan ukurannya lebih besar )

KOMPOSISI :
  • N Total         : 3 %
  • Phosphat       : 20 %
  • Kalium          : 30 %
  • Sulfur            : 10 %
  • Calsium         : 12 %
  • Magnesium    :12 %
  • Boron           : 0,01 ppm
  • Cuper           : 0,3 ppm
  • Ferro            : 0,02 ppm
  • Manganous    : 0,7 ppm
  • Zink               : 10 ppm
  • Molibdenum   : 0,5 ppm
DOSIS  :
  • 2 - 4 ml /1 liter air
  • Interval 5 -7 hari sekali
  • Waktu aplikasi : Fase generatif / awal pembungaan

Jumat, 27 September 2013

Klorfenapir

Insektisida berbahan aktif Klorfenapir :


1. MEXICAN 300 EC


  • Insectisida racun kontak dan lambung, berbentuk pekatan kuning kecoklatan, yang dapat diemulsikan. untuk pengendalian hama ulat Grayak Spodoptera exigua pada tanaman Bawang Merah







2. ARJUNA 200 EC


  • Insektisida racun perut,kontak dan pernafasan berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan dalam air, berwarna kekuningan untuk mengendalikan hama2 pada tanaman






3. FRA-RED 250 EC



  • Insektisida berbetuk pekatan yang dapat diemulsikan dalam air berwarna kuning keciklatan, bersifat racun perut, kontak dan pernafasan unruk mengendalikan hama Spodoptera exigua pada tanaman Bawang Merah




4. NAPHIR-PLUS 150 EC



  • Bahan aktif : klorfenapir 100 g/l dan Beta sifultrin 50 gr/l
  • Insektisida racun kontak, perut dan pernafasan. berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan dalam air, berwarna abu2 pucat. efektif mengendalikan ulat grayak (Spodoptera Litura) pada tanaman kedelai, Thrips (Thrips Parvispinus), kutu daun ( Myzus Persicae ) dan lalat buah (Dacus ferrugineus) pada tanaman cabe